Wajo Sulsel, satelit01.com — Kegiatan pengajian rutin kembali digelar di Masjid Nur Ida Royani Dawi, yang berlokasi di Jalan Pahlawan, Sengkang, pada Selasa malam (28/4/2026). Kegiatan yang berlangsung ba’da Magrib hingga Isya ini dihadiri oleh jamaah kaum muslimin dan muslimat dari berbagai kalangan yang antusias mengikuti tausiyah keagamaan.

Pengajian tersebut menghadirkan penceramah, H. Mansyur Maju, S.Pd.I., M.Ag, yang merupakan Pembina Pondok Pesantren As’adiyah Pusat Sengkang. Dalam ceramahnya, beliau mengangkat tema tentang dahsyatnya ibadah haji dan qurban sebagai bagian dari bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Dalam tausiyahnya, H. Mansyur Maju menjelaskan bahwa ibadah haji merupakan panggilan langsung dari Allah SWT yang hanya bisa dilaksanakan oleh mereka yang memiliki kemampuan, baik dari segi materi maupun kesehatan. Ia menekankan bahwa haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang penuh makna dan pengorbanan.

banner 1080x1080

“Ibadah haji adalah panggilan Allah. Tidak semua orang bisa berangkat, meskipun memiliki keinginan. Harus ada kemampuan secara finansial dan juga kesehatan,” ujarnya di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, ia menyampaikan keutamaan luar biasa dari ibadah haji. Salah satunya adalah kemampuan seorang yang berhaji untuk memberikan syafaat kepada 400 anggota keluarganya, baik dari pihak suami maupun istri. Selain itu, dosa-dosa orang yang menunaikan ibadah haji dengan ikhlas juga akan diampuni oleh Allah SWT.

Tak hanya itu, ia juga menguraikan keutamaan bagi jamaah yang melaksanakan rangkaian ibadah di Tanah Suci, seperti tawaf mengelilingi Ka’bah serta mencium Hajar Aswad, yang diyakini memiliki keistimewaan besar di sisi Allah SWT.

Selain membahas haji, tausiyah juga menyoroti pentingnya ibadah qurban. H. Mansyur Maju mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa berqurban dengan harta yang telah dititipkan oleh Allah SWT. Ia menjelaskan bahwa setiap tetesan darah hewan qurban mengandung nilai pahala yang besar dan dapat menjadi penghapus dosa.

“Berqurbanlah dengan harta yang Allah titipkan kepada kita. Setiap tetesan darah qurban memiliki nilai ibadah yang luar biasa di sisi Allah,” ungkapnya. Ia juga mengingatkan agar dalam berqurban, umat Islam memilih hewan yang sehat dan tidak cacat, sesuai dengan syariat Islam, sehingga ibadah yang dilakukan menjadi sah dan diterima.

Kegiatan pengajian berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan. Para jamaah tampak serius menyimak materi yang disampaikan, bahkan beberapa di antaranya mengaku mendapatkan pemahaman baru terkait keutamaan ibadah haji dan qurban.

Pengajian rutin seperti ini diharapkan dapat terus menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan bermasyarakat, khususnya di wilayah Sengkang dan sekitarnya.
Editor: Andi Indra

banner 1080x1080