Wajo Sulsel, satelit01.com – Pengajian rutin yang diadakan setiap minggu di Masjid Nur Ida Royani Dawi, Jalan Pahlawan Sengkang, kembali digelar pada Hari Selasa, 9 Desember 2025, mulai Magrib hingga Isya” pada malam Rabu. Acara yang dihadiri oleh ratusan jamaah ini membahas topik yang dalam dan relevan dengan kehidupan spiritual, yaitu “Penyakit Hati”.
Pembawa taushiyah pada kesempatan ini adalah H. Fatahuddin Rauf, S.AG., yang juga menjabat sebagai pembina Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang. Dalam ceramahnya yang penuh makna dan mudah dipahami, beliau membagikan pemahaman tentang tiga jenis “penyakit hati” yang sering dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari.
“Sebagaimana kita tahu, hati adalah pusat dari segala perbuatan dan pemikiran kita. Oleh karena itu, menjaga kesehatan hati adalah hal yang sangat penting bagi setiap orang, terutama bagi umat yang beragama,” ujar H. Fatahuddin di awal taushiyahnya.
Beliau menjelaskan bahwa yang pertama adalah “Hati Sehat” – yaitu hati yang tenang, damai, penuh keimanan, dan suka melakukan kebaikan. “Hati yang sehat akan membuat kita mampu melihat kebaikan di setiap orang, bersyukur atas nikmat Allah, dan melakukan tugas sebagai hamba-Nya dengan ikhlas,” jelasnya.
Kedua, “Hati Sakit” – yaitu hati yang terganggu oleh emosi negatif seperti dengki, iri, marah, dan kesedihan yang berlebihan. “Hati yang sakit ini seperti tanah yang kering, sulit tumbuh kebaikan. Kita harus segera menyembuhkannya dengan mengingat Allah, minta maaf, dan memaafkan orang lain,” terangnya.
Dan yang ketiga adalah “Hati Mati” – yaitu hati yang tidak lagi merasakan kebenaran, tidak takut akan dosa, dan tidak peduli pada penderitaan orang lain. “Ini adalah kondisi yang paling berbahaya, karena hati yang mati akan membuat seseorang hilang arah dan terjerumus ke dalam kesalahan. Namun, tidak ada yang tidak bisa disembuhkan oleh rahmat Allah, asalkan kita masih memiliki kesadaran untuk bertobat,” tegas H. Fatahuddin.
Selama taushiyah yang berlangsung sekitar 45 menit, jamaah tampak sangat antusias dan memperhatikan dengan saksama setiap kata yang diucapkan pembawa materi.
Ketua Pengurus Masjid Nur Ida Royani Dawi, Faisal Saputra Idrus, SE., MSE., menyampaikan apresiasi kepada H. Fatahuddin Rauf yang telah bersedia memberikan taushiyah. “Kami sangat senang karena pengajian rutin ini selalu mendapatkan antusiasme yang tinggi dari jamaah. Topik yang dibahas hari ini sangat relevan dan memberikan manfaat besar bagi kita semua. Kami berharap pengajian seperti ini bisa terus berjalan dan memberikan manfaat lebih banyak lagi,” ujar Faisal.
Sekretaris Pengurus Masjid, H. Muh Alfan, dan Bendahara, Muh. Abdillah Saputra Idrus, S.KOM., juga turut membantu menyelenggarakan acara ini sehingga berjalan lancar dan tertib. Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada semua jamaah yang telah menghadiri pengajian.
Jamaah kemudian berbagi makan bersama yang disiapkan oleh pengurus masjid. Pengajian rutin di Masjid Nur Ida Royani Dawi biasanya diadakan setiap hari Selasa malam pada waktu Magrib-Isya’, dengan pembawa taushiyah yang berganti-ganti, antara lain dari para ulama lokal dan pembina/guru pondok pesantren.
Jurnalis: A. M. Yusuf / Adi Kurniawan
Editor: A. Indera Dewa


Tinggalkan Balasan