Soppeng Sulsel, satelit01.com – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan meliputi acara pernikahan yang berlangsung di Desa Bontoramba, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, pada Sabtu sore (14/2/2026). Momen tak terlupakan muncul ketika dua tokoh yang sebelumnya bersaing dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Soppeng 2024, Bupati H. Suwardi Haseng dan calon bupati sebelumnya Andi Mapparemma, terlihat bertemu dan saling menyapa dengan keakraban yang menghangatkan hati.
Acara pernikahan putra salah satu tokoh masyarakat ternama di Soppeng dihadiri oleh rombongan tamu undangan dari berbagai kalangan – mulai dari tokoh masyarakat, pejabat pemerintah daerah, tokoh agama, hingga kerabat dekat keluarga mempelai. Kedatangan kedua tokoh publik ini sendiri telah menjadi sorotan, namun interaksi yang terjadi di antara mereka menjadi titik fokus perhatian banyak hadirin.
Dalam suasana santai yang diwarnai dengan ornamen adat Bugis yang khas dan musik tradisional yang merdu, Suwardi Haseng dan Andi Mapparemma bertemu secara tidak sengaja di halaman acara sebelum kemudian secara aktif mendekati satu sama lain. Keduanya langsung melakukan jabat tangan erat yang cukup lama, sebelum kemudian melanjutkan dengan pelukan singkat namun penuh makna. Senyum lebar terlihat jelas mengembang di wajah masing-masing saat mereka mulai terlibat percakapan ringan yang tampak sangat akrab.
Sejumlah tamu undangan yang berada di sekitar lokasi pertemuan turut menyaksikan momen tersebut dengan penuh perhatian. Tidak terlihat sedikitpun kecanggungan di antara kedua tokoh tersebut; interaksi yang terjadi berlangsung sangat alami dan mengalir, layaknya dua sahabat lama yang baru saja kembali bertemu setelah sekian lama tidak bertemu dalam suasana bahagia seperti ini.
Pertemuan ini menjadi sorotan khusus karena terjadi sekitar satu tahun setelah keduanya bersaing dalam Pilkada Soppeng 2024 yang berlangsung cukup kompetitif dan dinamis. Pada masa kampanye beberapa waktu lalu, perbedaan visi, program, serta dukungan dari berbagai elemen masyarakat sempat mewarnai kehidupan sosial dan politik di wilayah Bumi Latemmamala tersebut. Beberapa kali, dinamika politik bahkan membuat suasana masyarakat menjadi sedikit terkuras, dengan adanya pembagian pilihan yang cukup jelas di tengah warga.
Namun, momen pertemuan di acara pernikahan itu seolah menjadi simbol kuat bahwa perbedaan dalam ranah politik tidak harus berujung pada perpecahan atau permusuhan di tingkat personal. Sikap saling menghormati yang ditunjukkan kedua tokoh tersebut menjadi bukti bahwa kompetisi demokrasi dapat berjalan sehat dan tidak meninggalkan bekas luka yang berkepanjangan.
Salah seorang kerabat dekat Bupati Suwardi Haseng yang tidak ingin disebutkan namanya, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengatakan bahwa sikap yang ditunjukkan sang Bupati konsisten dengan pesan yang kerap disampaikannya selama masa kampanye Pilkada.
“Beliau selalu mengingatkan kepada semua pendukung dan tim kampanye agar tidak menjadikan perbedaan pilihan politik sebagai dasar untuk permusuhan. Semua kandidat yang maju dalam Pilkada punya niat dan tujuan yang sama, yaitu untuk membangun Kabupaten Soppeng menjadi lebih baik. Setelah kontestasi selesai dan rakyat telah memberikan pilihan, maka semuanya harus kembali sebagai bagian dari satu keluarga besar masyarakat Soppeng,” ujarnya kepada awak media yang meliput acara tersebut.
Menurutnya, ajang demokrasi seperti Pilkada semestinya menjadi ruang untuk adu gagasan, program kerja, serta cara terbaik dalam memajukan daerah – bukan ajang untuk memelihara konflik atau membangun tembok pemisah antar warga masyarakat. Ia menilai bahwa suasana hangat yang terlihat dalam pertemuan antara Suwardi Haseng dan Andi Mapparemma menunjukkan kedewasaan politik yang tinggi dari kedua tokoh tersebut.
Beberapa tamu undangan lainnya yang dihubungi juga mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap momen tersebut. Hj. Nurhayati Daeng Mappanyukki, salah seorang tokoh perempuan dari Kecamatan Donri-Donri, menyampaikan bahwa sikap saling menghormati antar tokoh publik ini sangat patut dicontoh.
“Kita berharap sikap seperti ini dapat menjadi contoh bagi para pendukung di akar rumput agar tidak terus memelihara perbedaan yang ada. Persatuan dan kesatuan masyarakat Soppeng adalah hal yang paling penting, karena tanpa itu, segala upaya pembangunan akan sulit berjalan dengan optimal,” ujarnya.
Acara pernikahan sendiri berlangsung khidmat dan meriah sesuai dengan tradisi adat Bugis yang kaya akan makna. Serangkaian acara mulai dari prosesi adat hingga resepsi tamu berjalan dengan lancar, didukung oleh kerjasama yang baik antara keluarga mempelai dengan panitia penyelenggara. Di tengah suasana adat yang kental dan suasana kebersamaan yang hangat, pertemuan antara dua figur publik tersebut justru menambah nuansa harmonis dalam rangkaian acara.
Setelah berbincang selama beberapa menit sambil menikmati hidangan yang disajikan, kedua tokoh tersebut kemudian kembali berbaur dengan tamu undangan lainnya, masing-masing menyapa dan memberikan ucapan selamat kepada pasangan mempelai. Suwardi Haseng terlihat mengambil waktu untuk menyapa beberapa tamu dari kalangan masyarakat biasa, sementara Andi Mapparemma terlihat berbincang dengan beberapa tokoh masyarakat dari daerah asalnya.
Pilkada Soppeng 2024 sebelumnya memang diwarnai dengan dinamika kampanye yang cukup intens serta perbedaan pilihan politik yang terasa di tengah masyarakat. Beberapa daerah bahkan sempat menunjukkan polarisasi yang cukup jelas antara pendukung salah satu kandidat. Namun, pertemuan yang terjadi pada Sabtu sore itu menjadi gambaran nyata bahwa kompetisi telah usai dan hubungan sosial antar warga serta tokoh tetap terjaga dengan baik.
Momen tersebut pun menjadi perbincangan hangat di kalangan tamu yang hadir, bahkan sebagian dari mereka mengabadikan momen pertemuan tersebut dalam bentuk foto dan video yang kemudian menyebar di berbagai grup pesan sosial lokal. Banyak yang menyampaikan bahwa momen ini memperlihatkan bahwa semangat kekeluargaan dan rasa persatuan masih menjadi nilai utama yang dijunjung tinggi dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Soppeng.
Editor: AID


Tinggalkan Balasan