Nasionalisme, sebuah ajaran dimana sebuah masyarakat memiliki rasa kecintaan dan kepemilikan terhadap sebuah bangsanya, kemajuan sebuah bangsa ditentukan oleh daya masyarakat, daya tidak selalu secara fisik namun daya berdasarkan kapasitas pikiran.

One piece anime survival, banyak pembelajaran termaktub di dalamnya, bajak laut mugiwara adalah gambaran bahwa sebuah diferensiasi adalah kekuatan, kuatan dalam melawan sebuah dominasi yang zdalim.

Meskipun bajak laut secara visual terlihat sebagai sekelompok penjahat namun yakinlah bahwa mereka adalah komunal yang muak terhadap momok kekuasaan yang menakutkan, eksplotatif, sektoral dan pragmatis.
Sehingga pilihan untuk menjadi banyak laut adalah sebuah keterpaksaan untuk merebut kembali hak kebebasannya.

Pilihan itulah yang menjadi manifestasi masyarakat Indonesia hari ini, ekspresi kekecewaan yang di tampakkan melalui sebuah simbol, bendera one piece.

Segala kekecewaan tersebut di ekspresikan terhadap kondisi negara hari, segala bentuk ketidakadilan, perampasan ruang hidup dan suara-suara yang tidak lagi nyaring di redam dengan berbagai teks normatif yang disebut kebijakan.
sebab hanya elit yang merasai dan menikmati, masyarakat adalah korban dari setiap kebijakan dan negara hanya menjadi aset bagi asing ibarat barang yang di per jual belikan dengan dalih kesejahteraan sosial.
Sedangkan fakta yang terjadi adalah sebaliknya, bahwa hanya tangisan dan kepedihan masyarakat yang terlihat.
Fakta tersebut menjadi kekecewaan masyarakat hari ini sehingga terdorong dan bersekongkol untuk mengibarkan bendera one piece sebab one piece adalah simbol perlawanan untuk merebut kebebasan, keadilan yang direnggut oleh pemerintah, perlawan tersebut adalah representasi bahwa masyarakat masih prduli terhadap negerinya yang kian hari menjadi ancaman bagi masyarakatnya.

Sudah lama aku dengar dan aku baca ada suatu negeri dimana semua orang sama di depan Hukum. Tidak seperti di Hindia ini. Kata dongeng itu juga: negeri itu memashurkan, menjunjung dan memuliakan kebebasan, persamaan dan persaudaraan. Aku ingin melihat negeri dongengan itu dalam kenyataan.” Pramoedya Ananta Thor.

Penulis : A. Ihsan
Kabid PTKP HMI Kom Syariah dan Hukum.
Jurnalis: Danial