Makassar Sulsel, satelit01.com – Polda Sulawesi Selatan mengungkap sejumlah kasus tawuran antarkelompok yang menelan korban jiwa di Kota Makassar serta dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap calon pekerja migran Indonesia.
Pengungkapan tersebut disampaikan Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H., dalam konferensi pers di Ruang Lobi Mapolda Sulsel, Rabu (21/10/2026), pukul 14.00 WITA.
Dalam konferensi pers tersebut, polisi memaparkan tiga kasus tawuran di Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Rajawali, dan kawasan Jalan Abu Bakar Lambogo, Makassar.
Pada kasus pertama, tawuran antarkelompok menyebabkan satu orang meninggal dunia dan seorang lainnya mengalami luka berat. Polisi mengamankan 19 orang untuk kepentingan penyidikan.
Kasus kedua terjadi di depan Gereja HKBP, Jalan Rajawali, Kecamatan Mariso. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang korban bernama Khairul meninggal dunia. Polisi telah mengamankan tujuh orang yang diduga terlibat.
Sementara itu, pertikaian di kawasan Jalan Abu Bakar Lambogo terjadi berulang kali. Polisi melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat dan tokoh pemuda untuk mencegah bentrokan susulan. Kedua kelompok juga telah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Selain kasus tawuran, Polda Sulsel juga mengungkap dugaan perekrutan calon pekerja migran Indonesia secara nonprosedural di Bandara
Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros.
Para calon pekerja migran tersebut diduga akan diberangkatkan melalui Pontianak sebelum menuju Malaysia.
Kapolda Sulsel menegaskan, kepolisian akan menindak tegas setiap tindakan yang mengancam keselamatan masyarakat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak terlibat tawuran dan menghindari tindakan yang dapat menimbulkan korban jiwa.
Masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri juga diminta memastikan proses perekrutan dan pemberangkatan dilakukan melalui jalur resmi agar terhindar dari penipuan dan perdagangan orang.
Kapolda berharap dukungan masyarakat, pemerintah, tokoh pemuda, dan insan pers dapat membantu menjaga keamanan serta ketertiban di Sulawesi Selatan.
Jurnalis: Zaenal Abidin, Mk
Editor: AID21/10/2026


Tinggalkan Balasan