SOPPENG SUL-SEL, SATELIT01.COM – Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Soppeng Tahun 2027. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dari Ruang Soppeng Command Center (SCC) Lamataesso, Selasa (10/3/2026).
Dalam sambutannya, Suwardi Haseng menjelaskan bahwa penyusunan RKPD merupakan amanah dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang dilaksanakan setiap tahun dengan berpedoman pada dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) yang telah ditetapkan melalui peraturan daerah.
Ia menyebutkan bahwa RKPD Kabupaten Soppeng Tahun 2027 merupakan pelaksanaan tahun ketiga dari RPJMD Kabupaten Soppeng periode 2025–2029.
Menurutnya, Musrenbang menjadi tahapan penting dalam proses penyempurnaan rancangan RKPD dan rencana kerja perangkat daerah tahun 2027 sebelum memasuki tahap penganggaran melalui penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA), Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS), hingga penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD).
“Musrenbang menjadi momentum penting untuk menyepakati agenda pembangunan strategis daerah yang akan dituangkan dalam dokumen RKPD. Melalui forum ini pula masyarakat diberikan ruang partisipasi untuk terlibat dalam proses perencanaan pembangunan daerah,” ujarnya.
Bupati menegaskan bahwa RKPD Tahun 2027 akan menjadi gambaran arah pembangunan daerah di pertengahan masa pemerintahan yang ia pimpin bersama Wakil Bupati. Karena itu, ia meminta seluruh pihak mencermati kembali target tahunan RPJMD agar selaras dengan rancangan akhir RKPD sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Bupati.
Tema pembangunan yang diangkat dalam RKPD 2027 adalah “Percepatan Pembangunan Ekonomi, Penguatan Infrastruktur, dan Pembangunan Manusia untuk Kemandirian Desa.” Tema tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan semangat pembangunan SETARA sejak awal pemerintahan.
Suwardi Haseng juga menyoroti tantangan pembangunan ke depan yang dinilai masih cukup berat, mulai dari dinamika politik dan sosial hingga keterbatasan anggaran. Bahkan, situasi geopolitik global yang tidak menentu, termasuk meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, disebut berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dunia yang berdampak pada perekonomian nasional maupun daerah.
Karena itu, ia menekankan bahwa perencanaan pembangunan dan alokasi belanja daerah tahun 2027 harus dirancang sebagai instrumen utama untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), memperkuat daya tahan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, ia menekankan sejumlah agenda prioritas yang perlu menjadi perhatian bersama, di antaranya evaluasi pelaksanaan program secara berkala, percepatan penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem, pengendalian inflasi, penguatan inovasi daerah, serta pembangunan infrastruktur yang mampu mendukung sektor unggulan daerah.
Di sektor pertanian, pemerintah daerah akan terus mendorong pengembangan pertanian tanaman pangan melalui sistem pertanian terpadu sebagai penopang utama ekonomi daerah. Dukungan juga akan diperkuat pada sektor peternakan dan perikanan melalui peningkatan sarana dan prasarana guna meningkatkan nilai tambah produksi.
Bupati juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat dalam mewujudkan pembangunan yang selaras dan berkelanjutan.
Ia menambahkan bahwa keterbatasan pembiayaan APBD membuat tidak semua program dapat dibiayai oleh pemerintah daerah.
Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, dunia usaha, serta kerja sama dengan pemerintah provinsi dan pusat guna memperoleh dukungan pembiayaan dari APBN maupun APBD Provinsi.
“Saya yakin melalui forum Musrenbang ini kita dapat menghasilkan keputusan yang benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat serta mampu mendorong terwujudnya Soppeng yang sehat, maju, dan berdaya saing berbasis agropolitan,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Soppeng, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari daerah pemilihan Soppeng–Wajo, Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Soppeng, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, camat, kepala desa dan lurah, pimpinan perguruan tinggi, organisasi masyarakat, organisasi profesi, LSM, unsur pers, Forum Anak Kabupaten Soppeng, serta tokoh masyarakat, agama, pemuda, dan perempuan.
Editor: AID


Tinggalkan Balasan