Soppeng, satelit01.com – Sektor pendidikan di Kabupaten Soppeng mencatat prestasi membanggakan seiring dengan genapnya satu tahun masa kepemimpinan Bupati H. Suwardi Haseng, S.E. dan Wakil Bupati Selle KS Dalle. Pencapaian tersebut diakui secara nasional melalui penganugerahan penghargaan Dwija Praja Nugraha Tahun 2025 oleh Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan kepada daerah-daerah dengan perbaikan signifikan dalam pengelolaan pendidikan.
Penghargaan yang diserahkan secara resmi pada acara puncak peringatan Hari Guru Nasional tahun lalu dan diumumkan secara resmi kepada pemerintah daerah pada Sabtu (21/2/2026) menjadi bukti konkret bahwa upaya transformasi pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Soppeng dalam satu tahun terakhir telah memberikan dampak positif dan diakui oleh lembaga profesi pendidikan terbesar di Indonesia.
Ketua PGRI Sulawesi Selatan, Prof. Hasnawi Haris, M.Hum, dalam keterangan kepada redaksi satelit01.com dan sulselinfo.com, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan komitmen pasangan pemimpin daerah ini terhadap pengembangan sektor pendidikan. Menurutnya, prestasi yang diraih oleh Kabupaten Soppeng tidak datang dengan sendirinya, melainkan hasil kerja keras kolaboratif antara pemerintah daerah, komunitas pendidikan, dan seluruh komponen masyarakat.
“Secara substantif, penghargaan ini menunjukkan bahwa di bawah kepemimpinan Bapak Suwardi Haseng dan Bapak Selle KS Dalle, tata kelola pendidikan di Soppeng mengalami penguatan signifikan. Kita melihat perubahan yang nyata mulai dari perbaikan sistem pengelolaan hingga peningkatan kualitas layanan pendidikan di setiap jenjang,” ujar Prof. Hasnawi dengan penuh bangga.
Ia menjelaskan bahwa selama satu tahun masa kepemimpinan, pasangan Bupati dan Wakil Bupati telah menunjukkan keberpihakan yang konkret terhadap dunia pendidikan melalui berbagai kebijakan dan program strategis. Di antaranya adalah peningkatan alokasi anggaran pendidikan yang melampaui standar nasional sesuai dengan amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, yang mencapai lebih dari 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Soppeng tahun ini.
Selain dukungan anggaran, pemerintah daerah juga telah fokus pada penguatan profesionalisme guru melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan kompetensi. Dalam kurun waktu satu tahun, lebih dari 80% guru di Kabupaten Soppeng telah mengikuti pelatihan berkelanjutan baik dalam bidang kompetensi pedagogik, profesional, sosial, maupun kepribadian. Beberapa program bahkan dilakukan kerja sama dengan perguruan tinggi ternama di Sulawesi Selatan untuk memastikan kualitas materi dan metode pelatihan yang diberikan.
“Kita juga melihat adanya perbaikan sarana dan prasarana pendidikan di berbagai sekolah, terutama di daerah-daerah terpencil di Kabupaten Soppeng. Banyak sekolah yang sebelumnya kekurangan fasilitas dasar seperti ruang kelas layak, perpustakaan, dan laboratorium, kini telah mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah,” tambah Prof. Hasnawi.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa relasi konstruktif yang dibangun pemerintah daerah dengan komunitas pendidikan selama setahun terakhir telah berdampak langsung pada stabilitas dan produktivitas sekolah-sekolah di Bumi Latemmamala – julukan Kabupaten Soppeng. Komunikasi yang terbuka antara pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, dan komite sekolah telah menciptakan sinergi yang kuat dalam mengatasi berbagai tantangan pendidikan di daerah.
“Relasi yang baik ini membuat setiap kebijakan yang dikeluarkan dapat diterima dengan baik dan dilaksanakan secara optimal di lapangan. Tidak hanya itu, masukan dari komunitas pendidikan juga dapat dengan mudah masuk ke dalam proses pengambilan keputusan pemerintah daerah, sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih sesuai dengan kebutuhan aktual di lapangan,” pungkas Prof. Hasnawi.
Dalam kesempatan terpisah, Bupati H. Suwardi Haseng, S.E. menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diberikan dan menegaskan bahwa prestasi ini bukan milik pemerintah daerah semata, melainkan seluruh komponen masyarakat Soppeng yang telah berkontribusi dalam pengembangan pendidikan. “Kami melihat pendidikan sebagai pijakan utama untuk kemajuan daerah. Tanpa kualitas sumber daya manusia yang baik, segala upaya pembangunan lainnya akan sulit untuk mencapai target yang diinginkan,” ujar Bupati.
Ia menjelaskan bahwa selama satu tahun terakhir, pemerintah daerah telah fokus pada beberapa prioritas utama dalam pendidikan, antara lain peningkatan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan karakter siswa, serta peningkatan kesejahteraan guru. “Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Soppeng memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, tanpa memandang latar belakang ekonomi atau lokasi tempat tinggal mereka,” jelasnya.
Wakil Bupati Selle KS Dalle yang juga turut hadir dalam acara penyerahan penghargaan menyampaikan bahwa penghargaan Dwija Praja Nugraha 2025 bukan menjadi akhir dari perjuangan, melainkan sebagai momentum untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Soppeng. “Kami akan terus berupaya untuk melakukan perbaikan dan inovasi dalam dunia pendidikan. Ada masih banyak hal yang perlu kita lakukan untuk menjadikan pendidikan Soppeng sebagai contoh terbaik di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Beberapa kepala sekolah dari berbagai kecamatan di Soppeng juga menyampaikan rasa bangga atas penghargaan yang diraih. Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Soppeng, Drs. Jusuf Mappanyukki, M.Pd, mengatakan bahwa perubahan yang terjadi dalam satu tahun terakhir sangat terasa di lapangan. “Kita merasakan dukungan yang signifikan dari pemerintah daerah, mulai dari bantuan buku pelajaran, perbaikan fasilitas, hingga pelatihan bagi guru. Hal ini membuat kami semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi siswa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komite Sekolah SD Negeri 3 Labokong, Hj. Aminah Daeng Mappanyukki, menyampaikan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pendidikan semakin meningkat berkat dukungan dan dorongan dari pemerintah daerah. “Kami merasa lebih termotivasi untuk membantu sekolah dalam berbagai hal, karena kami melihat bahwa pemerintah daerah benar-benar serius dalam mengembangkan pendidikan di daerah ini,” katanya.
Penghargaan Dwija Praja Nugraha 2025 yang diraih oleh Kabupaten Soppeng juga menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain di Sulawesi Selatan untuk lebih meningkatkan perhatian terhadap sektor pendidikan. PGRI Sulawesi Selatan menyampaikan bahwa mereka akan mendorong pemerintah daerah lainnya untuk mengambil contoh langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mengembangkan pendidikan di daerah masing-masing.
Pemerintah Kabupaten Soppeng menyampaikan bahwa penghargaan ini akan menjadi energi tambahan untuk terus berinovasi dan melakukan perbaikan dalam sektor pendidikan. Beberapa program baru telah direncanakan untuk tahun depan, antara lain pengembangan sekolah berstandar internasional, peningkatan jumlah guru berprestasi, serta perluasan akses pendidikan bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus dan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Editor: AID


Tinggalkan Balasan