Jakarta Pusat, satelit01.com – PT Pelni Cabang Tanjung Priok agar meningkatkan pemeriksaan tiket penumpang sebagai respons atas keluhan Jurnalis Ikatan Wartawan Online (IWO) yang ikut Rakernas III di Jakarta Pusat.
Kejadian ini mencuat pada Sabtu, 1 November 2025, ketika sejumlah penumpang mengungkapkan keresahan mereka atas keberadaan individu tanpa tiket yang lolos dari pemeriksaan awal dan berada di atas kapal.
Menurut laporan yang diterima media online satelit01.com, salah seorang penumpang yang mengaku sebagai tukang urut kedapatan tidak memiliki tiket saat pemeriksaan rutin oleh petugas di atas Kapal Ciremai. “Saya sudah sampaikan pada petugas kalau saya tukang urut,” ujarnya saat diperiksa, mencoba menghindari sanksi.
Keberadaan penumpang gelap ini tidak hanya melanggar aturan pelayaran, tetapi juga menimbulkan ketidaknyamanan bagi penumpang lain. Salah seorang penumpang yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, “Mereka (penumpang gelap) sangat memaksa penumpang untuk diurut, padahal penumpang menolak.” Praktik pemaksaan jasa ini tentu saja meresahkan dan mengganggu kenyamanan penumpang yang telah membayar tiket secara resmi.
Lebih lanjut, para penumpang gelap ini dilaporkan mendapatkan fasilitas yang tidak semestinya, seperti tempat tidur di area publik seperti di depan televisi dan ruangan ber-AC. Kondisi ini dianggap berbahaya dan berpotensi menimbulkan masalah keamanan dan ketertiban di atas kapal.
Menanggapi keluhan ini, pihak Pelabuhan PT Pelni Tanjung Priok menyatakan akan mengambil tindakan tegas. “Kami akan meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan tiket di pintu masuk pelabuhan untuk mencegah penumpang gelap masuk ke kapal,” ujar seorang petugas yang enggan disebutkan namanya. Pihaknya juga berjanji akan memberikan sanksi tegas kepada penumpang yang kedapatan tidak memiliki tiket.
Sanksi bagi penumpang gelap dapat berupa diturunkan di pelabuhan pertama yang disinggahi kapal, diisolasi di ruangan khusus selama pelayaran, serta potensi dikenakan sanksi lain sesuai dengan undang-undang pelayaran yang berlaku. Selain itu, mereka juga dapat diwajibkan untuk membeli tiket kepada nakhoda jika memungkinkan.
Kejadian ini menjadi sorotan penting mengenai perlunya peningkatan keamanan dan pengawasan di pelabuhan. PT Pelni diharapkan dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali, demi menjaga kenyamanan dan keamanan seluruh penumpang kapal.
Adanya celah dalam sistem pengawasan di pelabuhan. “Perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pemeriksaan tiket dan keamanan di pelabuhan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali.
PT Pelni diharapkan dapat segera mengambil tindakan perbaikan untuk memulihkan kepercayaan penumpang dan memastikan keamanan serta kenyamanan pelayaran.
Jurnalis: A. Muh Yusuf
Editor: A. Indera Dewa


Tinggalkan Balasan