Wajo, Sulsel, satelit01.com Rabu 08 Oktober 2025 – Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, baru saja menorehkan sejarah gemilang dengan suksesnya penyelenggaraan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) tingkat internasional yang pertama. Acara bergengsi ini berlangsung meriah dari tanggal 2 hingga 7 Oktober 2025, bertempat di Pondok Pesantren As’adiyah Pusat, salah satu ikon pendidikan Islam di kawasan timur Indonesia.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Wajo, saat diwawancarai di ruang kerjanya pada Rabu (8/10), menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan perhelatan akbar ini. “Alhamdulillah, seluruh sektor dan aspek kegiatan layanan yang diberikan secara maksimal untuk 34 kafilah provinsi di seluruh Indonesia dan 10 negara sahabat dapat tertangani dengan sangat baik,” ujarnya dengan nada bangga.

Pelayanan prima menjadi salah satu kunci keberhasilan acara ini. Mulai dari kedatangan peserta, transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga layanan selama 24 jam di Kota Sengkang, semuanya berjalan lancar dan memuaskan. Para tamu, menurut Kepala Kemenag, merasakan langsung kenyamanan dan salut terhadap pelayanan yang diberikan oleh panitia dari Pondok Pesantren As’adiyah maupun Kementerian Agama. “Ini semua kita lakukan secara ikhlas, sukarela, gotong royong, dengan semangat kebersamaan untuk mengangkat nama baik Kabupaten Wajo, daerah kita yang sangat kita cintai,” tambahnya.

Tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, Pondok Pesantren As’adiyah juga menunjukkan kualitas santri-santrinya di ajang kompetisi. Dari berbagai cabang lomba yang dilaksanakan, Pondok Pesantren As’adiyah berhasil meloloskan 21 finalis untuk seluruh kategori. Salah satu santri kebanggaan, Nurziarah dari Ma’had Ali, sukses meraih juara 1 di cabang lomba Bahsul Kutub. Selain itu, santri putra dan putri As’adiyah juga menorehkan kejuaraan di lomba debat Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Secara keseluruhan, Pondok Pesantren As’adiyah berhasil menduduki peringkat ke-8 di tingkat nasional dalam MQK internasional kali ini, sebuah pencapaian yang luar biasa. Sementara itu, kafilah dari Sulawesi Selatan juga menunjukkan performa impresif dengan meraih urutan ke-5 di Indonesia. “Dengan demikian, sukses prestasi dan sukses sebagai tuan rumah bisa kita raih berkat kerja sama seluruh pihak,” tegas Kepala Kemenag.

Meskipun demikian, dominasi Jawa Tengah tetap tak tergoyahkan, meraih juara umum untuk ketiga kalinya berturut-turut, disusul oleh Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Seluruh peserta telah meninggalkan lokasi dan kembali ke daerah masing-masing pada tanggal 7 Oktober, diantar oleh panitia dengan transportasi yang telah disiapkan.

Kepala Kemenag Wajo juga menyoroti bagaimana MQK Internasional ini telah mengangkat nama Wajo dan Pondok Pesantren As’adiyah ke kancah global. “Wajo sudah bukan lagi dikenal di Indonesia saja, sudah dikenal ke mancanegara. As’adiyah pun demikian, pondok pesantren yang dulu mulanya dikenal di Indonesia Timur, tapi sekarang As’adiyah sudah mendunia. Sudah menjadi catatan di benak mereka bahwa di Sulawesi Selatan, di Kabupaten Wajo, ada pondok terbesar yang sungguh sangat luar biasa dan membuktikan kualitasnya dengan mampu memasuki area 10 besar di Indonesia,” pungkasnya.

Di akhir wawancara, Kepala Kemenag Wajo menyampaikan permohonan maaf bilamana ada hal-hal yang kurang sempurna dari layanan yang diberikan. “Sekali lagi, keterbatasan kami sebagai hamba Allah yang dhaif, penuh dengan keterbatasan dan kekurangan. Mohon maafkan, sampai jumpa di MQK berikutnya,” tutupnya, seraya berharap kesuksesan ini dapat menjadi motivasi untuk terus berprestasi. AMY-AID