Soppeng Sulsel, satelit01.com – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin (Unhas) bekerja sama dengan Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan kunjungan lapangan ke Desa Gattareng, Kabupaten Soppeng, pada Senin (01/12/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya validasi kajian mitigasi bencana di 23 kabupaten/kota di Sulsel.
Kepala Desa Gattareng menyambut langsung kedatangan Ketua tim LPPM Unhas, Dr. Ardib Arsyad M.Eng, beserta rombongan. Dalam pertemuan tersebut, Dr. Ardib menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meninjau langsung lokasi-lokasi yang teridentifikasi sebagai zona merah atau zona berisiko tinggi longsor berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan sebelumnya.
“Kami telah melakukan studi pemetaan bahaya bencana, kerentanan bencana, dan tingkat eksposur terhadap bangunan, jalan, serta desa padat penduduk. Sekarang, kami turun langsung untuk memvalidasi hasil kajian tersebut,” ujar Dr. Ardib.
Kabupaten Soppeng menjadi salah satu fokus perhatian karena berdasarkan kajian, wilayah ini termasuk dalam indeks tertinggi zona merah bahaya longsor, terutama di wilayah dataran tua. Tim LPPM Unhas ingin melihat langsung kondisi lapangan dan dampak yang mungkin terjadi akibat longsor.
Setelah kunjungan ini, tim akan merumuskan rekomendasi mitigasi yang akan dilaporkan dalam seminar akhir bulan Desember ini. Rekomendasi tersebut akan menjadi dasar bagi Bappelitbangda Provinsi Sulsel untuk mengambil langkah taktis dan strategis dalam upaya mitigasi bencana.
“Kita tidak boleh berhenti hanya pada kajian. Harus ada upaya strategis dan tindakan nyata untuk mitigasi,” tegas Dr. Ardib. Ia menambahkan bahwa rekomendasi yang akan diberikan mencakup berbagai aspek, seperti pembuatan sistem peringatan dini longsor, pelatihan mitigasi dan evakuasi, pembuatan zona evakuasi dan titik kumpul, serta pendirian posko bencana.
Kunjungan ke Soppeng ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang telah menjangkau delapan kabupaten/kota di Sulsel. Setelah Soppeng, tim LPPM Unhas akan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Wajo, Luwu Timur, Luwu Utara, dan Tana Toraja, serta kabupaten/kota lainnya di Sulsel.
Fokus kajian saat ini adalah pada bencana banjir dan longsor, mengingat kedua jenis bencana ini paling sering menimbulkan korban jiwa dan kerugian harta benda, terutama di daerah-daerah dekat pemukiman.
Rekomendasi mitigasi yang akan dirumuskan juga akan disesuaikan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Misalnya, BPBD akan direkomendasikan untuk melakukan kegiatan seperti pemasangan peringatan dini dan sosialisasi evakuasi. Sementara Dinas Pekerjaan Umum (PU) akan direkomendasikan untuk segera memperbaiki jalan yang rusak dan rawan longsor.
Selain itu, tim juga akan memberikan rekomendasi terkait perubahan tata guna lahan, penghijauan, dan pemilihan varietas tanaman yang sesuai untuk daerah rawan longsor.
“Kami berharap kajian ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya mitigasi bencana di Sulawesi Selatan, sehingga dapat mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan,” pungkas Dr. Ardib.
Jurnalis: Andi Indera Dewa


Tinggalkan Balasan