Wajo, Sulsel – satelit01.com – Gedung Serbaguna Dermawan di Kabupaten Wajo menjadi saksi pelantikan 89 dewan hakim Musabaqah Qira’atil Kutub Internasional (MQKI) 2025. Acara yang berlangsung khidmat ini diwarnai suasana haru dan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa santri Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo.
Pelantikan dewan hakim ini menandai dimulainya kompetisi bergengsi yang akan berlangsung dari tanggal 2 hingga 7 Oktober di Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang. Ribuan peserta dari 34 provinsi di Indonesia serta delegasi dari 10 negara akan berpartisipasi dalam ajang yang bertujuan meningkatkan kapasitas santri dalam mendalami khazanah kitab kuning.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, dalam sambutannya mengajak seluruh dewan hakim untuk menyalurkan rasa duka cita dan dukungan spiritual bagi para korban musibah di Sidoarjo. Ratusan hadirin turut serta memanjatkan doa Al-Fatihah untuk para korban robohnya musala di pesantren tersebut.
“Saya ingin mengajak kita semua menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga besar Pesantren Al Khoziny Sidoarjo yang tengah ditimpa musibah,” ujar Amien, Rabu (1/10/2025).
Amien menambahkan bahwa Menteri Agama, Prof. Nasaruddin Umar, telah berada di lokasi musibah untuk memberikan bantuan langsung serta penguatan moral. “Kita bangga, Pak Menteri menjadi orang pertama yang menunjukkan kepedulian langsung kepada Pesantren Al Khoziny,” ungkapnya.
Pelantikan dewan hakim ini tidak hanya menjadi tanda dimulainya persaingan dalam MQKI 2025, tetapi juga momentum menyatukan hati dalam doa bersama. “Mari kita doakan bersama, semoga para korban mendapat rahmat Allah. Yang masih sakit segera disembuhkan, dan yang wafat ditempatkan di tempat terbaik-Nya,” ajak Amien sebelum memimpin pembacaan surat Al-Fatihah.
MQKI 2025 akan dilaksanakan di tiga lokasi utama di lingkungan Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, yaitu Pondok Pesantren As’adiyah Lapongkoda, Kampus Mahad Aly As’adiyah, dan Kampus As’adiyah Macanang di Kecamatan Majauleng.
Selain Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar, hadir pula mantan Menteri Agama Said Aqil Munawar, Direktur Pesantren Basnang Said, serta Kakanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafid, bersama sejumlah pejabat lainnya dari Kemenag se-Indonesia.
Kakanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafid, juga menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa santri Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo. “Atas nama pribadi dan keluarga besar Kemenag Sulsel sangat berduka atas kejadian yang menimpa santri Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo. Semoga Allah memberikan ketabahan kepada para keluarga yang ditinggalkan dan melindungi seluruh santri dari marabahaya,” ucapnya.
Dengan semangat kebersamaan, MQKI 2025 diharapkan menjadi representasi nyata kecintaan para santri terhadap tradisi keilmuan Islam dan doa untuk negeri.
Jurnalis: AMY
Editor: AID


Tinggalkan Balasan