Jakarta, satelit01.com – Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) mengirimkan surat dukungan kepada Persatuan Wartawan Rusia untuk menyurati UNESCO terkait laporan tahunan lembaga internasional itu tentang kondisi wartawan dan pemberitaan di wilayah perang Ukraina-Rusia yang dinilai tendensius dan berpihak.

Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, menilai bahwa draft laporan UNESCO mengabaikan berbagai kasus pembunuhan terhadap koresponden Rusia oleh pihak Ukraina dan sekutunya, serta pembatasan akses, penghadangan, dan penyiksaan terhadap wartawan Rusia di Ukraina dan negara-negara Barat.

PPWI menyampaikan solidaritas kepada pekerja media massa Rusia dan mendukung penuh surat Presiden Persatuan Wartawan Rusia, Vladimir Soloviev, yang ditujukan kepada pimpinan UNESCO, Audrey Azoulay, menuntut revisi laporan dengan memasukkan data objektif terkait jurnalis Rusia yang gugur dan menghadapi kekerasan di Ukraina.

PPWI juga menyertakan Seruan Jurnalis Internasional yang meminta UNESCO menjunjung tinggi independensi dan netralitasnya dalam menyampaikan fakta lapangan, serta menjadi wasit yang adil bagi semua pihak tanpa memandang kewarganegaraan, kebangsaan, ras, agama, dan status sosial.

“PPWI berkomitmen untuk memperjuangkan dan membela hak-hak para wartawan dan pewarta warga di belahan dunia manapun,” ujar Wilson Lalengke.